Puisi : Pergilah

Dada terasa sesak ingin memberontak
Mata seakan beradu dalam kebimbangan
Akal menari-nari mencari sedikit asa
Tangan bertopang pada dagu, diam tak berkutik
Dan kaki enggan untuk beranjak pergi meninggalkan
Kenapa ?
Kenapa masih bertahan ?
Kamu terlalu bodoh
Diperbudak oleh rasa yang tiada pasti berujung
Terlena oleh buaian sabda cinta dari dia yang belum tentu menjadi takdirmu
Bahagiamu kamu sendiri yang ciptakan
Bukan dia
Yah, bukan dia
Masihkan kamu bertahan dalam sakit yang tiada henti menghujanimu ?
Pikirkanlah wahai jiwa ...
Comments
Post a Comment