Puisi : Mengadu Asa

Senja kembali mengantarkan mentari ke peraduannya
Langit telah berubah menjadi tirai kegelapan
Sayup-sayup dersik menyeruak di sela pepohonan
Penunggu malam berkeliaran mencari asa sebelum arunika datang
Mengais nafas kehidupan yang masih tersisa
Mengapit tangan Sang Pemilik Hidup di sepertiga malam
Kedua bola matanya menatap nanar
Bibirnya keluh tak bersua
Setetes air mata menggenang di rona pipi senjanya
Jiwanya termenung kelabu
Tangan keriputnya memegang kehidupan
“Tuhan, bantu anakku wisuda tahun ini”
Batinnya lirih
Comments
Post a Comment