Puisi : Mengadu Asa



seorang-ibu1.jpg

Senja kembali mengantarkan mentari ke peraduannya


Langit telah berubah menjadi tirai kegelapan

Sayup-sayup dersik menyeruak di sela pepohonan

Penunggu malam berkeliaran mencari asa sebelum arunika datang


Mengais nafas kehidupan yang masih tersisa

Mengapit tangan Sang Pemilik Hidup di sepertiga malam


Kedua bola matanya menatap nanar

Bibirnya keluh tak bersua

Setetes air mata menggenang di rona pipi senjanya

Jiwanya termenung kelabu

Tangan keriputnya memegang kehidupan


“Tuhan, bantu anakku wisuda tahun ini”

Batinnya lirih

Comments